Nasional

Pemprov Kaltim ajak Pemuda Jadi Duta Penyuluh

Natal Parlindungan S | Selasa, 02 April 2013 - 02:40:30 WIB | dibaca: 878 pembaca

SAMARINDA – Asisten Bidang Pemerintahan Setprov Kaltim, H Aji Sayid Fathur Rahman, mengajak seluruh peserta penyuluhan pencegahan Narkotika dan Obat-obatan Berbahaya (Narkoba) dan HIV/AIDS, dapat menjadi duta penyuluh, sehingga bersama pemerintah dapat berperan serta membantu mencegah penyalahgunaan Narkoba dan penularan HIV/AIDS di daerah ini.
 
“Jadilah sebagai duta penyuluh dengan ikut berperan serta membantu progam pemerintah melakukan pencegahan penggunaan dan peredaran Narkoba serta penularan HIV/ AIDS, sehingga pemuda Kaltim bebas dari penyalahgunaan Narkoba dan virus mematikan itu, sehingga target yang ingin dicapai optimal,” ajak Fathur Rahman pada pembukaan Penyuluhan Pencegahan Narkoba dan HIV/AIDS pada kalangan generasi muda di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Rabu (27/3).
 
Diungkapkan, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada akhir 2012, Kaltim masuk peringkat ketiga penyalahgunaan Narkoba di seluruh Indonesia dan saat ini 1,9 persen atau lebih dari 45 ribu warga mengunakaan Narkoba. Data tersebut juga menunjukkan, pemakai Narkoba dari kelompok pelajar mencapai 27.000 jiwa.
 
Sementara itu, sebaran penderita HIV/AIDS di Kaltim setiap tahun juga terbilang semakin memprihatinkan. Jika pada 2004 terdapat 170 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) se-Kaltim, hingga Desember 2012 meningkat tajam menjadi 3.471 orang (2.695 HIV dan 776 AIDS) dan 404 di antaranya meninggal dunia.
 
“Narkoba dan HIV/AIDS dapat mengakibatkan kerusakan mental dan kelangsungan generasi bangsa. Karena itu, suksesnya pemberantasan Narkoba dan penanggulangan HIV/AIDS secara langsung akan berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, sehingga hal ini harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Fathur Rahman pada kegiatan yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.
 
Karena itu, sambung dia, pemberantasan Narkoba dan penularan HIV/AIDS bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tugas Dispora Kaltim saja, akan tetapi menjadi tugas dan tanggung jawab bersama agar generasi muda dan masyarakat menjadi sehat dan sejahtera.
 
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Syahril, mengatakan penyuluhan dilaksanakan dua hari dengan peserta yang berasal dari unsur mahasiswa, pelajar SLTA dan fasilitator tenaga sukarelawan pemuda. Sedangkan narasumber berasal dari BNN Provinsi Kaltim, Dispora Kaltim, Kepolisian, STAIN, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kaltim.