Seputar SKOI Kaltim

Penerimaan Siswa SKOI Sekaligus Pencarian Atlet Baru

Natal Parlindungan S | Selasa, 11 Maret 2014 - 00:58:26 WIB | dibaca: 1123 pembaca

SAMARINDA -- Penerimaan siswa Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim yang dilakukan tiap tahun, termasuk tahun ajaran 2013/2014, disebut Kepala Dispora Kaltim, H Sigit Muryono, sekaligus sebagai upaya pencarian atlet baru di Kaltim. Penerimaan hanya untuk mengisi yang degradasi, tidak khusus penerimaan siswa baru seperti sekolah umum.

"Ini bisa dibilang TC (training center) atau pusat pelatihan atlet sepanjang tahun. Karena statusnya pelajar, sekaligus direkrut sebagai siswa jenjang SMP dan SMA," ucap Sigit ketika dikonfirmasi soal penerimaan siswa SKOI Kaltim tahun ajaran 2013/2014, di Samarinda, Senin (6/5).

Menurut dia, bagi mereka yang tidak mencapai target selama satu tahun akan didegradasi. Cabor (cabang olahraga) yang kosong karena degradasi tersebut diganti dengan yang lebih baik melalui proses penerimaan siswa baru dimaksud.

Degradasi sendiri terjadi karena beberapa faktor. Mulai dari karena lulus sekolah (bagi pelajar tingkat SMA) maupun mengundurkan diri, prestasinya stagnan dan dianggap tidak bisa ditingkatkan lagi, hingga terjadi penurunan prestasi. Penetapannya berdasarkan evaluasi panjang selama satu tahun.

"Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun terus dilakukan evaluasi. Komulasi setahun tidak bisa dipertahankan akan didegradasi," terangnya.

Menurut Sigit, siapa saja boleh mendaftar menjadi siswa SKOI Kaltim. Namun, tentu harus memenuhi syarat sesuai ketentuan berlaku dan harus ada cabor yang kosong. Di antaranya harus berprestasi pada cabor tertentu baik tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, maupun tingkat nasional.

"Mereka yang ingin menjadi siswa SKOI harus menuhi syarat itu. Prestasi menjadi tiket utama masuk SKOI, selain harus lulus tes dan umur di bawah 16 tahun. Jika diterima akan bergabung di Sekolah Negeri SMP khusus olahragawan dan SMA Negeri khusus olahragawan di Kaltim," sebutnya seraya menimpali mekanisme proses pendaftaran termasuk persyatarannya ada dibrosur, website Dispora Kaltim (www.disporakaltim.info) dan pemberitahuan ke masing-masing KONI kabupaten/kota.

Sigit menyatakan, kuota SKOI hanya menampung 112 siswa dengan 20 cabor, yakni Karate, Kempo, Taekwondo, Judo, Anggar, Atletik, Gulat, Senam, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Wushu, Pencaksilat, Sepatu Roda, Balap Sepeda, Renang, Panjat Tebing, Panahan, Catur, Angkat Besi dan Layar. Artinya, penerimaan siswa baru hanya memenuhi kuota tersebut jika terdapat cabor yang kosong.

Dalam hal ini 21 siswa SKOI tingkat SMA yang baru saja mengikuti Ujian Nasional (UN) kelulusan 2013. Selain itu, terdapat 6 siswa yang mengundurkan diri dan tiga siswa lainnya yang terkena degradasi. "Yang jelas penerimaan hanya untuk mengisi kekosongan atlet pada cabor-cabor tertentu saja, kecuali jika keinginan menambah kuota siswa per Januari 2014 diwujudkan," tandasnya.