Seputar SKOI Kaltim

SKOI Kaltim akan fokus jadikan PON Remaja II Jateng 2017 Target Prestasi

SKOI Management | Rabu, 07 Januari 2015 - 13:25:44 WIB | dibaca: 1139 pembaca

Kadispora Prov. Kaltim bersama Kepala UPTD SKOI memberi semangat atlet SKOI Cabor Pencak Silat

Usai sudah gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I di Jawa Timur, 9 - 15 Desember 2014. Multieven khusus bagi atlet usia remaja yang baru pertama digelar ini meninggalkan sejumlah catatan jika menilik capaian prestasi yang diraih kontingen Kalimantan Timur. Berkekuatan 62 atlet dan bertanding di 13 cabang olahraga, Kaltim tercecer pada peringkat 10 dari 34 Provinsi. Mengumpulkan 3 emas 2 Perak dan 8 Perunggu jelas bukan sebuah catatan baik bagi daerah yang menduduki Peringkat 5 pada PON XVII Riau 2012 yang lalu. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi Kepala UPTD SKOI Kaltim Drs. Agus Tianur, M.Si, terutama menyangkut persiapan serta jadwal penyelenggaran PON remaja itu sendiri. "Sebelum PON Remaja digelar para atlet telah terlebih dahulu "habis-habisan" di Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) V Samarinda, selain gengsi Kab/Kota juga ada sejumlah bonus lebih yang dihembuskan, sehingga pengaruhnya ya saat bertanding di PON Remaja" Ujarnya.

Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) sendiri total bersumbangsih 1 emas 2 perak dan 5 perunggu, dengan kata lain sekitar 60 % dari total perolehan medali Kaltim. Medali sumbangsih atlet-atlet SKOI Kaltim diantaranya diraih pada cabor Judo 1 emas (Okita Kharimah Putri), 2 Perak dari Cabor Pencak Silat (Dinda Nuraidha) dan Senam (Alviona Adinda), serta 5 perunggu dari Cabor Anggar 2 perunggu (Gebhy Novitha dan Kurnia Risnutama) dan 3 perunggu di cabor Tenis Meja pada nomor Perorangan dan ganda campuran (Habibie Wahid dan Winda Dwi Rahayu). "PON Remaja Jatim akan kami jadikan bahan evaluasi dan target kedepan, ini  penting mengingat peta kekuatan PON dapat terbaca di PON Remaja, dengan persiapan serta keyakinan bersama (Pemerintah Provinsi dan KONI) saya sangat yakin kita mampu memperbaiki catatan prestasi di PON remaja selanjutnya" sambung Agus.